Selasa, 18 Februari 2014

009 Camera Part II, True Day/Night atau Infrared Night Mode ?


008 Memilih DVR bagian 2, Standar Perekam saja atau mau Event Rule


005 Panduan Lanjutan, Adaptor/Power Supply Unit (PSU) dan Kabel/Media Penghubung

Adaptor atau Power Supply ( PSU ), tidak akan banyak saya bahas disini, bisa ditengok pada blog  Hardware PC dan Blog Elektronika

Satu hal yang benar-benar diingatkan bahwa dimanapun SERVICE CENTER, apapun barang elektronik, telekomunikasi atau Komputer, Device IT lah...
Kerusakan Terbesar Persentasenya adalah POWER SUPPLY.

Demikian juga di CCTV System, kerusakan camera paling sering, terutama Kamera CCTV Kategori A ( baca di Artikel 001 ) , diakibatkan oleh pemilihan PSU yang salah.

Kamera-kamera kategori A kebanyakan dijual tidak dibundling dengan PSU, diberi berragam pilihan PSU/Adaptor.
Yang namanya pembeli, sudah pasti tergoda unsur ingin murah ( HARAP MAKLUM ), hingga memilih Adaptor yang salah.
Sebenarnya Adaptor/PSU ini jikalau dilihat cepat secara BODY, BERAT BARANG dan Logo-logo SAFETY sejenis UL ( Standar Safety dunia ), maka kelihatan mana yang bagus dan yang tidak bagus.
Untuk yang masih sulit memilih,
Gunakan rumusan standar selain yang saya BOLD HIJAU diatas, yakni " Prinsip ada Uang, ada Barang,
Yang Mahal atau Paling mahal dari yang ada saja diambil.

Untuk Kamera Kategori B dan C nanti, tidak akan dibahas tentang Adaptor lagi, karena biasanya sudah BUNDLING saat Pembelian, satu set dengan kamera-nya.

Nah, dari sini saja bisa dilihat juga kan, mana Camera Kategori A, mana yang B dan C.


Media Penghubung ( Kabel..dll )

Media Penghubung yang paling umum kita jumpai adalah KABEL (CABLE).

Lainnya, bisa berupa gelombang RF Radio Frekuensi untuk Wireless ( CCTV Wireless ),
atau Wi-FI
atau Bluetooth / Infrared ( di CCTV tidak pernah menggunakan media ini )
atau Jaringan LAN/WAN ( Cable Networking )
atau Serat Optic ( FIBER )
atau Satelit ( ini juga kalau di pake untuk CCTV, Pemborosan, he hehe )

Media yang jarang ( tidak biasa ) digunakan juga ditulis, sengaja karena itulah bagian dari ILMU TELEKOMUNIKASI. Akan terkait sama Sistem Security barang bergerak, sistem pengaman benda bergerak, yaitu GPS yang merupakan kembaran dari CCTV sebagai Duet Sistem Pengaman, yang satu barang diam (rumah,kantor), yang satu bergerak (Kendaraan).
GPS akan dibahas pada artikelnya tersendiri
atau bahkan pada pembahas CCTV Kategori B dan C ...
Menggabungkan 2 Kekuatan Pengaman, CCTV dan GPS.

GPS menggunakan Media Penghubung SATELIT dan SELULER.

Ilmu Telekomunikasi juga banyak perannya, termasuk Gadget ( SmartPhone ) atau HP yang kita gunakan sehari-hari, sayangnya saya tak terlalu membahas banyak Ilmu Telekomunikasi ini, juga Komputer bagian Software dan Programming, karena sudah terlalu luas dan cepat perkembangannya, sehingga berat untuk menuliskannya. Silahkan rekan-rekan Blogger-blogger lainnya mengupas tentang ini dan akan saya link ke Blog saya biar lengkap.

Kembali ke Kabel...
Sama persis dengan Adaptor, Kabel yang baik adalah yang kokoh dan serabutnya tak mudah lepas
atau..................
Kembali ke Prinsip Uang tadi.










007 Pentingnya CCTV sebagai Pengaman dan Identifikasi Kasus, Ini Jantungnya, DVR !!!

Nah, pada Artikel 007 ini,  disinilah Jantung dari Peralatan CCTV, sebagai bagian dari identifikasi kasus, barang bukti, sebagai PEREKAM KISAH, DVR memegang peranan penting setelah Camera.

Terserah masing-masing sudut pandang, 8 Artikel CCTV dari 001 hingga 008 dari saya, walaupun Praktis masih dalam bahasan Kategori A, Diatas artikel 008 akan masuk ke bagian sedikit rumit dan sangat rumit, Kategori B dan C.

Namun, Faktor Pentingnya walaupun masing-masing melihat dari sudut pandang urutan yang berbeda, kira-kira seperti inilah...
Silahkan ditukar-tukar saja, yang mana yang lebih penting Urutannya.

DVR, sengaja dibahas di urutan belakang karena tadinya saya pikir akan sangat panjang membahas DVR. Fitur CCTV selain oleh kehebatan Kamera, akan tidak berguna jika DVR tidak mendukung.
Otak CCTV, Event Rule...( baca di sini, sini dan sini ), fiturnya DVR-lah ada disitu.

DVR ( Digital Video Recording ) yang beratus jenis ( Singapore dan China ) yang beredar ,( Kategori A ), akan masing-masing membawa keunggulan khas dari fitur-fiturnya. Pandai-pandai memilihnya,
seperti pada Gadget Seluler ( baca : HP dan SmartPhone ), yang Kategori A memiliki fitur aneh-aneh dan unik, terkadang malah sebagai hiburan ( Kelebihan ), seperti fitur TV pada HP murah.
Terkadang menyebalkan karena kalau tidak pandai-pandai mengasuhnya ( seperti mengasuh bayi ),
maka akan bikin sakit kepala, bolak-balik ke Service Center.

Pada kategori A ini, lagi-lagi tidak terlalu penting untuk mengupas  banyak tentang DVR, biarkan ikut dalam Pembahasan Fitur DVR Kelas B dan C, nanti juga akan mengerti sendiri fitur DVR Kelas A.

Yang Jelas, kalau untuk hanya sekedar merekam kasus, walaupun mengindentifikasi KISAH CERITA ( baca : Rekaman Video ) lumayan pusing karena kurang Flexible-nya memainkan PLAYBACK VIDEO, MASIH BISA kisah-kisah filmnya diidentifikasi dengan cara memeras otak dan menjadi alat bukti ke kepolisian ( jika ada kasus sejenis pencurian ) daripada tidak ada rekaman sama sekali.

Banyak hal-hal yang terkuak oleh Rekaman CCTV, tetaplah gunakan di tempat yang kurang monitoring, walaupun harus berawal dari Camera dan DVR kategori A sebagai Perkenalan CCTV.
Nantinya juga akan terlihat jelas kebutuhan, apakah harus UPGRADE/ NAIK KELAS ke Kategori B atau bahkan C ( saran untuk Kantor-Kantor, Perbankan, Hotel dan sejenisnya ).






006 Panduan Lanjutan, Perhatikan Hasil Rekaman, Faktor HardDisk dan DVR

Faktor yang tidak terlalu fatal tetapi PALING BANYAK TERJADI KESALAHAN.

Sudah mafhum kalau bicara tentang Lensa dan Camera, otak kita akan terfokus ke KETAJAMAN GAMBAR, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya di Artikel tentang Pixel Resolusi Camera.

Kalau kita mengingat tujuan utama Camera CCTV sebagai Security System, Pengaman, yang pada akhirnya akan ada Proses Identifikasi, maka ...

" REKAMAN jauh lebih penting daripada TAMPILAN "

CCTV ada bukan atas dasar untuk tontonan/monitoring/tampilan. Tidak seperti pesawat televisi.
Fungsinya untuk membantu Pemilik, Petugas Keamanan dari apa yang tidak terpantau langsung,

Kejadian yang perlu diidentifikasi adalah kejadian yang tidak terpantau.

Maka, bahasa lainnya : Lebih penting RECORDING daripada MONITORING.

Untuk tampilan, kita sudah memilih Pixel Camera yang Tajam, kalau salah memilih HardDisk, salah dalam penyettingan, maka terancam GAMBAR akan BURAM, apa yang mau diidentifikasi. Sangat banyak terjadi kejadian seperti ini, karena ingin menghemat biaya untuk HARDDISK, memperlama jangka waktu rekaman agar tak sering membackup.

Jika ingin hasil REKAMAN sama persis seperti yang tampak saat MONITORING, maka kita kiaskan dengan 1:1.
Pixel Resolusi yang terekam = Pixel saat monitoring

Tidak terjadi gradasi, penurunan kualitas gambar, yang berarti : TIDAK ADA PROSES KOMPRESSING.

Kompressing dibutuhkan untuk memperkecil data gambar, data video, akibatnya gambar menjadi turun kualitasnya. Ini bisa disetting pada MENU DVR, bagian Manajemen Recording.

Begitu juga selain Faktor Kompresi, Faktor FPS dan IPS yang akan dibahas nanti juga akan merubah besaran data yang akan ditulis ke HDD.

Singkatnya, sesuai pengalaman penulis, dengan 4 Buah kamera 540 TVL direkam TANPA KOMPRESI, cukup menggunakan HDD kapasitas 250GB, dengan mengorbankan JUMLAH HARI REKAMAN hingga HDD penuh.
Seandainya katakanlah 250GB penuh dalam 5HARI, 7HARI, 10HARI, atau 15HARI (masih tergantung dengan Data Aktual yang dikirim ke-4 Camera c.q. pasti berbeda-beda sesuai pencahayaan), maka AKAN LEBIH BAIK menggunakan HDD dengan Kapasitas yang lebih besar.
Kembali ke pengalaman tadi, 500GB akan lebih baik, bahkan 1TB sudah pasti akan mencapai REKAMAN 1 BULAN.
8 buah Camera dengan resolusi 540 TVL masih mencukupi untuk 500GB dan sebaiknya menggunakan 1TB untuk resolusi camera >540TVL.



RANGKUMAN : 
4 Camera  :  HDD 250GB (kurang baik), 500GB (Standar), 1TB ( Baik atau Ready for 8Cam )
8 Camera  :  HDD 500GB(kurang baik), 1 TB(Standar), 2TB ( Baik atau Ready for 16Cam )
16 Camera : HDD 1TB(kurang baik ; Not Recommended)
                            2TB(Normal Standar)
                            4TB(Baik)  ; maka bisa dilihat DVR support 16 Camera sudah pasti         memiliki 2 Slot SATA untuk 2 Unit HDD.


Artikel ini  sesuai tingkatan kepentingannya, hanya sebagai PANDUAN CEPAT memilih HARDDISK 250GB, 500GB atau 1TB.
Pada Artikel yang akan datang akan lebih diperjelas pada bagian Managemen Recording setelah terlebih dulu mengenal istilah FPS dan IPS.





004 Perbedaan antara Camera Digital, Camera CCTV & Camcorder/Handycam

Sesuai Judul, keempat alat ini sama-sama memiliki Lensa, memiliki Chipset Processor untuk memproses pengambilan gambar/image dan Film/Video.

Kita pisahkan dulu Camera CCTV, ambil dulu : Antara Digital Camera dan Handycam.

Digital Camera dikhususkan untuk mengambil Photo, TAPI, bisa Mode Video, bisa membuat Klip Video.
Handycam dikhususkan untuk mengambil Video, TAPI, bisa Mode Photo, bisa mengambil Foto/Image.

Mau beli yang mana ?
Jika anda hobi Fotografi maka Belilah Digital Camera, toh bisa juga bikin Klip Video, NAMUN Filmnya Terbatas dan tidak akan sesempurna Handycam.
Jika anda hobi Video maka Belilah Handycam, toh bisa juga Jepret Foto, NAMUN Fotonya Terbatas dan tidak akan sesempurna Digital Camera.

Juga jika anda membeli Gadget SmartPhone, walaupun bisa mengambil Foto juga Video, tidak akan sesempurna Digital Camera dan Handycam.

50% off Photographic Equipments
Dengan kata lain, Alat akan menjadi Indah, akan menjadi Profesional sesuai Peruntukan-nya tersendiri.
Begitu juga dengan Camera CCTV, tak akan bisa digantikan Digital Camera atau Handycam, Camera CCTV sudah didesign khusus untuk bertahan dalam kondisi Nyala terus 24 Jam, bahkan bertahun-tahun, kalau bukan karena mati lampu, maka akan tetap menyala. 
Apakah Digital Camera dan Handycam mampu bertahan seperti itu ....

Saya paparkan karena mendapatkan pertanyaan seperti itu, yang bertanya-pun benar, dalam benaknya mengapa Digital Camera 1 Mega Pixel harganya tak sampai 1 Juta Rupiah, Jangankan handycam, adiknya saja yang biasa diberi gelar Digicam 1 Mega Pixel harganya 800 Ribu rupiah juga ada.
Mengapa Camera CCTV 1 Mega Pixel harganya jauh diatas itu, 2 Juta Rupiah hingga 10 Juta Rupiah juga ada.

Saya Jawab :
Camera CCTV 540 TVL juga ada yang 1 Juta Rupiah
Apapun yang mahal, temukanlah kata " PROFESIONAL " disana.
Tidak hanya Camera CCTV Profesional ( Bahasa saya : Kategori C ) yang mahal,
Digital Camera pun untuk Profesional/Standar Studio Fotografer, berapa harganya ...?
Handycam Profesional untuk Broadcasting TV berapa harganya ? Bahkan ada yang 40 Juta-100 Juta Rupiah.
Maklumkan saja jika Camera CCTV Profesional Kategori B ada yang mencapai 10 Juta Rupiah, bahkan yang Kategori C ada yang mencapai 75 Juta Rupiah ( Tipe HD Speed Dome ).

Mengenai Kategori A, B, C bisa dibaca di Artikel 001





003 Tips langkah ke-4 CCTV, menyesuaikan Lensa dengan Field of View

Field of View bisa diartikan area mana yang dijadikan coverage camera.

Seumpama kita mengingat tampilan gambar pada monitor atau TV, maka batas KIRI-KANAN-ATAS-BAWAH, itulah area yang mau kita ambil.

Contoh Perumpamaan :
Misalkan ada 10 orang berbaris diatas pentas, 5 wanita sebelah kiri berjejer, dilanjutkan 5 laki-laki disebelah kanan.
Lalu kita dari bawah pentas mau mengabadikan foto, maka foto kita akan INDAH apabila seimbang antara kiri, kanan, atas dan bawah.
10 orang yang berjejer harus lengkap, tidak boleh ada yang tidak terlihat. Begitu juga atas bawahnya, dari rambut hingga sepatu harus terabadikan semua.
Sudah pasti untuk mendapatkan hasil yang benar itu kita akan menjepret kamera beberapa kali, berpindah-pindah maju-mundur posisi kita, Benar ???? Termasuk memainkan Zoom Lensa kamera kita.

Setelah kita maju-mundur, dapat posisi paling tepat FOV-nya. Berapa Jarak badan kita ke 10 orang tadi. Paling tidak, jaraknya sekitar 5 meter. 
Sekarang bagaimana jika jarak kita 10 meter terhadap 10 orang tadi, kita mundur, sudah pasti kita menggunakan ZOOM.

Bayangkan misalkan yang anda pakai untuk jepret adalah Camera CCTV dengan 540TVL, Lensa spesifikasi 3,6-10mm , bisa ZOOM.
Sebelum di Zoom, posisi lensa adalah  WIDE = Posisi 3,6mm
Jika kita gerakkan Zoom-nya maka posisi lensa  adalah TELE = Posisi 10mm
Dalam posisi WIDE, posisi lensa 3,6mm maka hasil jepretan, orang akan tampak kecil, Atas-bawah hasil jepretan tidak lagi tepat di atas kepala dan sepatu, melainkan atap pentas dan tiang pentas-pun akan kelihatan, maka kita perlu memainkan Zoom.
Cari Posisi zoom yang paling tepat, misalkan pada posisi 6mm
Berarti Posisi Lensa di 6mm adalah tepat untuk Jarak 10 meter.

Lensa 3,6mm tepat untuk Jarak 5 meter.

BAGAIMANA kalau Camera CCTV kita tidak memiliki Lensa yang bisa di Zoom.
Lensanya Fix 3,6mm atau Lensanya Fix 6mm, maka SURVEY sangat dibutuhkan terlebih dahulu sebelum membeli Camera CCTV, ketahui dulu, dimana titik posisi camera mau dipasang dan berapa jarak terhadap Coverage Area semisal 10 orang diatas pentas tadi.

Kalau tanpa SURVEY, maka tips membeli Camera CCTV dengan Lensa Fix Opsinya, kalau tidak 3,6mm maka 6mm. Diatas sudah saya BOLD dengan warna Merah dan Biru, idealnya seperti itu.
Kalaupun posisi kamera terhadap objek ( baca FOV=Field of View ) lebih dari 10 meter, misalkan 50 meter, maka anda membutuhkan Lensa yang bukan Fix, Lensa yang VARIFOCAL istilah trend-nya, misalkan Lensa 4-50mm.